Tentang Sholat Berjamaah

Pagi tadi mendapat broadcast dari salah satu grup WA tentang keutamaan sholat berjamaah. Tanpa pikir panjang langsung saja saya forward ke grup yang lain. Sampai ada salah seorang rekan yang menanyakan sumber redaksi (baik dari hadits Rasulullah  صلى ا لله عليه وسلم atau dari sahabat dan ulama) keutamaan sholat berjamah tersebut.
Saya tergerak untuk mencari sumber redaksinya karena takut salah dalam menyebarkan suatu kabar. Alhamdulillah, saya coba merangkai redaksinya dari berbagai sumber di internet.

=====================================================

Judul broadcast di grup : TAHUKAH ANTUM

(Cetak BoldItalic adalah redaksi broadcast)

🐪 Sudah tahukah antum bahwa Rasulullah tdk pernah meninggalkan sholat berjamaah, sejak shalat diwajibkan malam isra mi’raj hingga shalat terakhir dalam hidup beliau?

Baginda Rasul saw., tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan ketika hampir wafat, dan sebelumnya beberapa kali pingsan, beliau tetap berupaya pergi ke masjid. Itu pun setelah beliau beberapa kali mencoba mengambil air wudhu dan gagal. Saat beliau berhasil berwudhu, beliau segera memaksakan diri pergi ke masjid, dengan dipapah oleh Abbas ra. dan salah seorang Sahabat yang lain. Saat itu beliau sudah tidak kuat berdiri tegak untuk shalat. Atas permintaan beliau, Abu Bakar ra. kemudian menjadi imamnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

dari https://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/14/shalat-berjamaah/

🐪 Tahukah antum bahwa banyak di antara para ulama yg seumur hidupnya tidak pernah shalat fardhu sendirian dan selalu berjamaah sampai akhir hayat mereka?

Banyak kisah ulama yang saya temukan di http://kisahmuslim.com/4123-selama-37-tahun-istiqomah-shalat-berjamaah-di-masjid.html

🐪 Tahukah antum bahwa diantara mereka ada yg rela walaupun harus membayar orang demi menemani shalat berjamaah?

“Kalau kita selama ini tidak pernah mampu melalui itu semua, mengapa kita meninggalkan jamaah salat? Mengapa masa depan kita tidak kita usahakan dan pastikan dengan selalu berjamaah? Melihat jaminan Allah yang begitu hebat bagi kehidupan dunia dan akhirat, para kyai sepuh bahkan dalam menganjurkan berjamaah sampai berkata, “Kalau perlu membayar orang untuk membantu salat kita agar terhitung jamaah!” Berapapun harta yang kita keluarkan tidak akan sebanding dengan jaminan Allah yang begitu besar dan bernilai.”
(note: tidak disebutkan para kiyai sepuh itu siapa saja).
dari : https://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/mutiara/kh-masduqi-machfudh/mengapa-kita-harus-melanggengkan-berjamaah/

🐪 Tahukah antum bahwa ada sebagian ulama yg pernah menangis selama 40 hari krn merasa rugi yg amat mendalam sebab tertinggal satu sholat fardhu berjamaah saja?

Muhammad bin al-Mubarok berkata,

“Sa’id bin Abdul Aziz apabila tertinggal shalat berjama’ah menangis.” (Tadzkirotul Huffazh 1/219)

(note: tidak disebutkan dengan jelas tentang menangis selama 40 hari)

dari http://www.happyislam.com/2016/07/menangis-ketika-tertinggal-shalat-berjamaah.html

🐪 Tahukah antum antum bahwa Imam Said bin Musayyib selama 40 tahun tidak ketinggalan takbiratulihramnya imam?

Imam Ahmad merawikan dari ‘Imran al-Jauni bahwa “Sa’id bin al-Musayyib tidak pernah ketinggalan salat (berjamaah) dalam semua salatnya selama 40 tahun, dan tidak pula melihat tengkuk para jamaah (karena berada di shaf pertama), dan para jamaah juga tidak pernah mendapatinya keluar dari masjid (karena ia pulang paling terakhir).”

(^ Hanbal, Ahmad bin; Bari, Ibnu Abdil (2012). Mutiara Zuhud: 509 Nasihat dan Hikmah Pilihan dari Kitab az-Zuhd. hal.272 – 273. Solo:Pustaka Arafah. ISBN 978-602-9024-52-4)

dari https://id.wikipedia.org/wiki/Said_bin_al-Musayyib

🐪 Tahukah antum bahwa bila antum shalat berjamaah maka sholat antum dapat dipastikan diterima oleh اَللّهُ ?

Prof Dr KH Ali Mustafa Ya’qub : “Kalau berjamaah sudah pasti mendapatkan pahala 27. Itu pasti, meskipun jelek shalatnya. Kalau sendirian belum pasti mendapatkan satu. Mengapa belum pasti? Karena yang diterima itu yang baik saja. Kalau yang tidak baik, ya tidak diterima.”

dari http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/05/23/n60jc414-prof-dr-kh-ali-mustafa-yaqub-perlu-reorientasi-shalat-berjamaah

🐪 Tahukah antum bahwa khusus utk shalat isya dan subuh berjamaah berpahala seperti shalat setengah malam dan semalam suntuk?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”
(Fathul Bari 2/154—157)

10 Alasan Kenapa Laki-Laki Harus Shalat Berjamaah Di Masjid

🐪 Tahukah antum bahwa orang yg shalat subuh berjamaah, maka dihari itu kehidupannya dibawah perlindungan اَللّهُ ? Artinya, bila ada orang yg mengusiknya maka dia berurusan langsng dgn اَللّهُ ?

(3) Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Keutamaan Shalat Shubuh

🐪 Tahukah antum bahwa shalat subuh dan ashar berjamaah disaksikan oleh malaikat siang dan malam?

Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

🐪 Tahukah antum bahwa perjalanan ke masjid merupakan ciri keimanan seseorang, setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat?

Dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِى سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ فَلَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ
“Shalat seseorang dalam jama’ah memiliki nilai lebih 20 sekian derajat daripada shalat seseorang di rumahnya, juga melebihi shalatnya di pasar. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara mereka berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi masjid, tidaklah mendorong melakukan hal ini selain untuk melaksanakan shalat; maka salah satu langkahnya akan meninggikan derajatnya, sedangkan langkah lainnya akan menghapuskan kesalahannya. Ganjaran ini semua diperoleh sampai dia memasuki masjid. Jika dia memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat. Malaikat pun akan mendo’akan salah seorang di antara mereka selama dia berada di tempat dia shalat. Malaikat tersebut nantinya akan mengatakan: Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah taubatnya. Hal ini akan berlangsung selama dia tidak menyakiti orang lain (dengan perkataan atau perbuatannya) dan selama dia dalam keadaan tidak berhadats. ”
(HR. Bukhari dan Muslim. [Bukhari: 15-Kitab Al Jama’ah wal Imamah, 1-Bab Wajibnya Shalat Jama’ah. Muslim: 6-Kitab Al Masajid, 50-Bab Keutamaan Shalat Jama’ah dan Keutamaan Menunggu Shalat)

dari https://muslim.or.id/3456-pria-yang-meninggalkan-shalat-jamaah-sungguh-merugi.html

🐪 Tahukah antum bahwa Abdullah bin Ummi Maktum yang buta diwajibkan shalat berjamaah di masjid?

Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”
HR. Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

dari https://muslimafiyah.com/10-alasan-kenapa-laki-laki-harus-shalat-berjamaah-di-masjid.html

🐪 Tahukah antum bahwa shalat berjamaah pahalanya 27 kali lipat?

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim. [Bukhari: 15-Kitab Al Jama’ah wal Imamah, 1-Bab Kewajiban Shalat Jama’ah. Muslim: 6-Kitab Al Masajid, 43-Bab Keutamaan Shalat Jama’ah dan Penjelasan Mengenai Hukuman Keras Apabila Seseorang Meninggalkannya])

dari https://muslim.or.id/3456-pria-yang-meninggalkan-shalat-jamaah-sungguh-merugi.html

🐪 Tahukah antum bahwa karena begitu sakralnya shalat berjamaah sehingga dalam madzhab hanafi difatwakan bahwa hukum shalat berjamaah adalah wajib?

HUKUM SHOLAT BERJAMA’AH
Shalat jama’ah disyari’atkan dalam Islam. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Terpilah menjadi empat pendapat.

Pertama : Hukumnya Fardhu Kifayah.
Demikian ini pendapat Imam Syafi’i, Abu Hanifah, jumhur ulama Syafi’iyah mutaqaddimin (terdahulu, peny.), dan banyak ulama Hanafiyah maupun Malikiyah.

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata,“Dzahir nash (perkataan) Syafi’i, shalat berjamaah hukumnya fardhu kifayah. Inilah pendapat jumhur mutaqaddimin dari ulama Syafi’iyah dan banyak ulama Hanafiyah serta Malikiyah.”
(Fathul Bari, 2/26.)

Hukum Shalat Jama’ah

🐪 Tahukah antum bahwa setan akan leluasa berkuasa di sebuah perkampungan, bila penghuninya tdk ada yg sholat berjamaah?

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali Syaithan akan menguasainya. Berjama’ahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya, kitab Ash Shalat, Bab At Tasydid Fi Tarkil Jama’ah, no. 460, An Nasa’i dalam Sunannya, kitab Al Imamah, Bab At Tasydid Fi Tarkil Jama’ah, no.738 dan Ahmad dalam Musnadnya, no. 26242.

dari https://almanhaj.or.id/3039-hukum-shalat-jamaah.html

🐫Tahukah antum bahwa dalam suatu hadits, Rasulullah SAW sempat mengancam bahkan Rasulullah SAW gregetan kepada orang yg meninggalkan shalat berjamaah hingga berkeinginan membakar rumah mereka?

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, aku pernah bertekad untuk menyuruh orang membawa kayu bakar dan menyalakannya, kemudian aku akan perintahkan orang untuk mengumandangkan adzan untuk shalat [berjama’ah] kemudian akan aku suruh salah seorang untuk mengimami orang-orang [jama’ah] yang ada lalu aku akan berangkat mencari para lelaki yang tidak ikut shalat berjama’ah itu supaya aku bisa membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari [644] dan Muslim [651]).

dari http://www.novieffendi.com/2011/03/nabi-pun-mengancam-membakar-rumah.html

🐪 Tahukah antum bahwa sahabat Ibnu Mas’ud RA, pernah mengatakan “kami saksikan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak seorangpun, ada yg meninggalkan sholat berjamaah kecuali hanya orang2 munafik tulen”?

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu menceritakan, “Barangsiapa yang senang untuk berjumpa dengan Allah di hari esok [hari akhirat] sebagai seorang muslim maka jagalah shalat lima waktu dengan berjama’ah yang mana diserukan panggilan adzan untuknya. Karena Allah telah mensyariatkan jalan-jalan petunjuk untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sesungguhnya shalat berjama’ah itu termasuk jalan petunjuk. Kalau lah kalian sengaja mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana halnya perbuatan orang yang sengaja meninggalkan shalat jama’ah ini [dan mengerjakan shalat] di rumah niscaya kalian telah meninggalkan ajaran Nabi kalian. Dan kalau kalian sudah berani meninggalkan ajaran Nabi kalian, maka kalian pasti akan sesat. Sungguh aku teringat, bahwa dahulu tidak ada yang meninggalkan shalat berjama’ah itu melainkan orang munafiq yang tampak sekali kemunafikannya. Sampai-sampai dahulu ada [di antara para sahabat itu] yang memaksakan diri untuk datang [shalat berjama’ah] dengan dipapah di antara dua orang lelaki untuk diberdirikan di dalam barisan/shaf.” (HR. Muslim [654]).

dari http://www.novieffendi.com/2011/03/nabi-pun-mengancam-membakar-rumah.html

🐪 Tahukah antum bahwa bila antum menyebar info ini maka antum tdk akan rugi atau menjadi hina, malahan, insya اَللّهُ akan berpotensi mendapat kebaikan yg tak terhingga? Semoga mendapat hidayah bersama.

آمين يا رب العالمين. …